About Me

Foto saya
seorang mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Univ.Muhammadiyah Malang, yang baik hati, pekerja keras & murah senyum..:)..:D

Alat Musik Kolintang



http://1.bp.blogspot.com/kolintang+1.jpg
Kolintang, alat musik Minahasa yang mendunia ,Doeloenya Penggunaan kolintang di Minahasa erat hubungannya dengan budaya – kepercayaan rakyat Minahasa – sulawesi utara, yang biasanya dipakai dalam upacara upacara pemujaan arwah arwah para leluhur.

Alat musik kolintang termasuk jenis instrument perkusi ,Alat musik itu disebut kolintang karena apabila di pukul berbunyi : Tong-Ting –Tang. Pada mulanya kolintang hanya terdiri dari beberapa potong kayu yang diletakkan berjejer diatas kedua kaki pemain yang duduk selonjor di lantai.dan dipukul pukul. Fungsi kaki sebagai tumpuan bilah bilah kayu(wilahan/tuts) kemudian diganti dua potong batang pisang atau dua utas tali. Konon penggunaan peti resonator sebagai pengganti batang pisang mulai di gunakan sesudah Pangeran Diponegoro di buang ke Menado (tahun 1830) yang membawa serta “gambang” gamelannya.

http://jacksonkumaat.info/images/1211sinanggar.jpg


Penggunaan kolintang erat hubungannya dengan kepercayaan rakyat Minahasa,yang biasanya dipakai dalam upacara upacara pemujaan arwah arwah para leluhur. Dengan berkembangnya agama Kristen yang di bawa oleh misionaris misionaris Belanda,eksistensi kolintang yang merupakan bagian dari kepercayaan animisme menjadi demikian terdesak bahkan hampir punah,menghilang selama lebih dari 50 tahun. Setelah perang Dunia II,kolintang muncul kembali dipelopori oleh Nelwan Katuuk, seniman tuna netra asal Minahasa bagian utara yang merangkai nada kolintang menurut skala diatonis.

Pada tahun 1952,di Minahasa bagian selatan (Ratahan) seorang anak berusia 10 tahun , terinspirasi membuat kolintang dengan dasar petunjuk orang orang tua yang pernah melihat kolintang dan dari mendengar suara musik kolintang yang di populerkan lewat siaran Radio. Sulitnya hubungan transportasi antara Minahasa bagian utara dengan Minahasa bagian selatan pada waktu itu tidak meluruhkan semangat anak tersebut untuk berkreasi tanpa melihat contoh, dengan bermodal potongan potongan kayu bakar yang diletakkan di atas dua batang pisang dan di tuning (stem) nada natural dengan rentang nada 1 oktaf.

Sebuah prestasi yang luar biasa jika pada tahun 1954 ,yang kala itu masih terbilang bocah mampu membuat kolintang dua setengah oktaf nada diatonis dengan peti resonator.Kemampuannya terus terasah dan berkembang,terbukti pada tahun 1960 berhasil meningkatkan rentang nada menjadi tiga setengah oktaf yang dimainkan oleh dua orang pada satu alat.(kolintang.co.id)

Share this post!
Facebook Delicious Digg! Twitter Linkedin StumbleUpon Technorati Google Bookmarks Mixx Yahoo! Newsvine

comment 1 komentar:

dVd on Januari 19, 2012 mengatakan...

Lagi buat makalah tentang kolintang.
Untuk dapet...

Thanks :)

Posting Komentar

Kalau Berkunjung, jangan lupa beri komentarnya ya,,
You Comment..I Comment..
You Follow, I'll Follow Back..Okaaay..!! :)

Delete this element to display blogger navbar

 
© 2010 Manado 4ever \m/ is proudly powered by Blogger